Siantar - Wajah seorang siswi SMP Negeri 12 Pematangsiantar viral di media sosial setelah terlihat mengalami luka lebam pada bagian wajah. Peristiwa tersebut kemudian ramai dinarasikan sebagai dugaan pembullyan dan pengeroyokan.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal SSTP, memberikan klarifikasi bahwa informasi yang diterima pihaknya tidak menunjukkan adanya pengeroyokan.
Menurut Syaiful, kejadian tersebut bermula dari aksi saling ejek mengenai nama orang tua antara dua siswi yang kemudian berujung pada perkelahian di ruang kelas IX.
Pihak sekolah telah melakukan mediasi dan mengunjungi keluarga siswi yang terlibat. Kedua siswi tersebut juga masih merupakan teman satu kelas.
Syaiful menyebut proses perdamaian telah berlangsung. Peristiwa tersebut disepakati sebagai kenakalan remaja yang perlu mendapatkan pembinaan agar tidak kembali terjadi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang viral di media sosial perlu dilihat secara utuh, termasuk dengan mendengarkan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.
Sumber: Tribun News