Floating Image
Floating Image
Kamis, 7 Mei 2026

Dugaan Tahanan Titipan Tewas di Siksa Sesama Napi, Kalapas Labuhan Ruku Beri Penjelasan Terbata-bata


Oleh admintajam
07 Mei 2026
tentang Kriminal
Dugaan Tahanan Titipan Tewas di Siksa Sesama Napi, Kalapas Labuhan Ruku Beri Penjelasan Terbata-bata - TajamNews

-

227 views




Sumut, Tajamnews.co.id - Tahanan titipan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Labuhan Ruku, Fani alias Charles (40) suku Karo warga asal Simpang Kawat, Kecamatan Air Batu, Sumut, diduga tewas dikeroyok tahanan lain, Rabu (6/5/2026).

Informasi yang beredar, pelaku pengeroyokan sebelumnya sudah mengetahui korban akan dititipkan di Lapas Labuhan Ruku yang dipimpin oleh Hamdi Hasibuan selaku Kalapas.

Korban sendiri adalah tersangka kasus pencurian buah kelapa sawit yang ditangani oleh Polsek Air Batu sekitar kurang lebih tiga Minggu yang lalu.

Bahkan, dari keterangan yang didapat awak media, penghuni lapas lain menyatakan dendam dengan korban. Hal itu karena korban dikenal seorang informan aparat.

Kerabat korban inisial WS (32) kepada awak media menceritakan, kematian temannya tersebut didasari motiv dendam. Bahkan selama berada dalam sel, korban terus menerus mengasih kabar jika dirinya sama sekali tidak mengalami sakit.

"Badannya biru-biru. Kematian kawan kami tak wajar lah bang. Waktu sama kami pun berkabar, sehat-sehat aja koq dia. Tidak ada sakit," ungkap salah satu kerabat korban yang saat itu datang melayat ke rumah duka, Kamis (7/5/2026) siang pukul 14.00 WIB.

Kehadiran teman dekatnya di dalam Lapas, sambung WS, ternyata telah dinanti sejak lama oleh para pelaku. Kuat dugaan, disitulah, dimungkinkan para pelaku kemudian dengan leluasa melampiaskan dendamnya kepada korban.

“Kemungkinan didalam (Lapas, red) korban sering dipukuli oleh para pelaku yang sebelumnya pernah dilaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian dan berhasil di tangkap. BB saat itu yang dilaporkan korban ini kurang lebih 1Kg sabu-sabu bang," terangnya melalui seberang telepon.

Terpisah, Kalapas Kelas ll A Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, korban meninggal dunia karena memang sudah ajalnya.

"Soal kematian korban ya. Kalau kemarin itu dia sakit. Eh, waktu sehat dia ketawa-ketawa sambil nyanyi. Kemudian, kata kawannya dia sesak nafas, sehingga kita bawa ke Klinik dan ditangani," ungkap Hamdi.

Usai melakukan pemeriksaan kata Hamdi, ternyata korban butuh pertolongan serius. Selanjutnya korban ditangani intensif dan dilarikan ke Puskesmas.

"Disana, ada juga petugas medis kita yang meriksa dan terus berkomunikasi dengan pihak penahan. Lalu, pihak penahan mencoba komunikasi terhadap keluarganya tahanan tersebut," katanya.

Disinggung terkait kematian korban yang diketahui di siksa oleh napi lain, Hamdi langsung membantah. Ia kemudian mengatakan bahwa itu sudah ajalnya korban. Keterangan ini kata Hamdi, juga sesuai dari hasil keterangan napi lainnya.

"Rupanya, karena ajal itu, kami sampaikan agar keluarganya untuk datang. Kami juga menerangkan bahwa tahanan ini benar-benar sakit. Kalau umur kita kan tidak tau, dimana pun kita bisa meninggal," timpal Hamdi menyatakan dengan nada terbata-bata.

Menanggapi kejadian dugaan penyiksaan napi ini, awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno dan Direktur Pengamanan dan Intelijen (Dirpamintel) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kombes Pol Tatan.

"Tks infonya mas.segera kita cek dan  telusuri," tegas Yudi yang juga diamini Tatan melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (7/5/2026) sore pukul 15.30 WIB. (Red)

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Kriminal