Tajamnews.co.id|Pematangsiantar - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, berunjuk rasa menolak rencana relokasi yang dilakukan oleh Pemkot Pematangsiantar, Kamis (27/8/2026). Usai menyampaikan aspirasinya di Gedung DPRD Pematangsiantar, massa PKL mendatangi rumah dinas wali kota dengan cara menerobos pagar.
Massa tergabung dalam Ikatan Pedagang Kaki Lima Kota Pematangsiantar (Ipaksi) berjalan kaki dari Balai Bolon Lapangan Adam Malik menuju rumah dinas wali kota di Jalan MH Sitorus. Massa aksi membawa alat peraga berupa keranda, spanduk, dan speaker yang diangkut menggunakan becak.
Saat tiba di depan rumah dinas, massa langsung mendorong pagar yang dijaga beberapa orang personel polisi dan anggota Satpol PP. Massa kemudian menduduki halaman rumah dinas.
"Ya, mari kita lihat Wali Kota di dalam. Kami ingin lihat Wali Kota, kami ingin masuk. Masuk semua, masuk," teriak salah seorang pedagang melalui pengeras suara. Tiba di rumah dinas, massa menerima informasi bahwa Wali Kota Wesly Silalahi sedang menghadiri acara di luar kota.
Arifin, salah seorang peserta aksi, mengatakan massa Ipaksi merupakan pedagang yang berjualan di depan Gedung DPRD, Lapangan Adam Malik, di pinggir Jalan Sudirman depan Siantar Hotel dan sebagian di Lapangan Merdeka. Pekan lalu, pihaknya telah mengikuti rapat bersama Pemkot Pematangsiantar yang digelar di kantor Satpol PP untuk membahas rencana relokasi PKL ke Jalan Perintis Kemerdekaan. "Rencananya mau dipindahkan ke Jalan Perintis. Tapi, kami menolak, di situ kan jalan juga, kami tidak mau ribut sama pengguna jalan," ucap Arifin.
Sebelumnya, massa berunjuk rasa ke Balai Kota, lalu menyampaikan aspirasinya ke Gedung DPRD Pematangsiantar. Udin, selaku pimpinan aksi, mengatakan lokasi yang direncanakan Pemkot Pematangsiantar ialah sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan samping Lapangan Adam Malik. "Rencana relokasi tidak masuk akal. Bagaimana ukuran lapak dua kali tiga, jaminan apa yang kami dapatkan? Tidak ada," tuturnya. (Tjm)