Sumut, Tajamnews.co.id
Ikrar Bersama yakni Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dilaksanakan oleh Rutan Humbang Hasundutan (Humbahas) pada, Sabtu (31/10/2026) seakan hanya untuk mendapatkan pengakuan dari pimpinan serta masyarakat Rutan Humbahas telah zero halinar dan penipuan.
Faktanya, Rutan Kelas IIB Humbahas saat ini merupakan sarang penipuan yang dilakukan oleh para napi dengan menggunakan HP.
Tidak sampai disana, para napi ini juga mendapatkan fasilitas serta dukungan dari pihak rutan dalam memuluskan kegiatan penipuan tersebut.
Sebagai bentuk dukungannya, rutan turut menyediakan blok dan kamar khusus untuk para napi lodes dan menutup mata pemakaian narkoba jenis sabu.
Dari informasi diterima oleh redaksi menyebutkan aktifitas lodes yang dijalankan oleh sejumlah napi di rutan Humbahas diketahui mulai karutan, KPR, pejabat struktural hingga petugas penjagaan.
Aktifitas lodes ini dikomandoi oleh 5 napi yakni :
1. Charles menetap di Kamar 4 Blok Ferdinan L Tobing
2. Kewel menetap di Kamar 3 Blok Ferdinan L Tobing
3. Boy menetap di Kamar 2 BLOK Ferdinan L Tobing
4. Toni menetap di Kamar 1 BLOK Ferdinan L Tobing
5. Agung menetap di Kamar 1 BLOK Ferdinan L Tobing
Kelima napi bos lodes ini memimpin puluhan napi lainnya yang menjalankan aksi lodes yang berlokasi di blok khusus yakni blok Ferdinan L Tobing yang disediakan oleh pihak rutan untuk menjalankan kegiatan lodes.
Untuk modusnya, mereka kerap melalakukan lelang logam mulia dan lelang kendaraan mengatasnamakan DJKN Kementerian keuangan.
"Kalau pemilik rekening bodong itu si Cici China Medan bang. Kerjasama dengan Karutan Ucok Parihot Sinabang. Sedangkan koordinator rekening itu KPRnya, Djian Fadillah," ungkap sumber.
Ia mengatakan, blok tersebut tidak diperbolehkan semua napi dapat mengakses disebabkan penjagaan dari napi anak buah dari bos lodes tersebut.
Pertanyaannya, apa yang didapat oleh pihak rutan Humbahas dengan kegiatan napi tersebut dan memberi fasilitas kepada mereka ?
Jawabnya adalah setiap pejabat mulai Kasubsi pengelolaan, Kasubsi yantah, Karutan, KPR, Komandan jaga hingga petugas penjagaan mendapatkan setoran perkamar setiap minggunya.
"Setoran ke Karutan dengar-dengar Rp50 juta per 2 Minggu. Kalau ke KPR Rp25 Juta, pejabat biasa Rp5 juta dan untuk staff sama anggota jaga sama, itu Rp5 juta per Minggu," pungkas dia.
Seperti biasa, napi pekerja lodes yang berada di puluhan kamar diblok tersebut sebelum menjalankan aksinya mereka akan terlebih dahulu mengkonsumsi narkoba jenis sabu yang disediakan oleh napi bos narkoba.
"Bos narkoba si Zainal bang, di Kamar 2 Blok A. Anggota kerja atau anggota lapangan dia ada satu, itu si Reza," bilangnya menambahkan.
Perlu diketahui, modus yang dijalankan oleh napi lodes ini juga mengincar para kontraktor maupun masyarakat yang bergerak dibidang kontruksi dengan modus kerjasama alat berat dengan menggandakan akun FB penjamin.
Setiap napi pekerja lodes mendapatkan pembagian 40 persen uang setelah berhasil mengelabui target dengan meminta dikirimkan uang mulai belasan juta hingga puluhan juta ke rekening yang telah disediakan.
Kemudian, napi bos lodes tersebut memberi target kepada napi pekerja lodes setiap kamarnya dalam satu Minggu wajib berhasil melodes 300 juta.
Bila ada kamar yang tidak berhasil mencapai target dipastikan kamar tersebut akan dirazia, hp akan disita dan para napi pekerja lodes akan dijebloskan ke strapsel.
Setiap keberhasilan melodes uang tersebut akan dikirimkan ke rekening anggota kerja, kemudian setelah dicairkan, uang cash akan dibawa masuk kedalam oleh petugas penjagaan diserahkan kepada ketiga napi bos lodes tersebut.
Hingga berita ini dirilis kegiatan penipuan dirutan Humbahas masih berjalan, diperkirakan pasca terbitnya berita ini pihak rutan akan langsung melakukan sterilisasi terhadap blok hunian agar tidak terlihat atau terbukti seperti pemberitaan.
Dari informasi sumber layak dipercaya menyebutkan, oknum Karutan Humbahas memerasa tidak bergeming bila kegiatan lodes yang dijalankan di rutannya terungkap, disebut-sebut adanya oknum pejabat di Ditjenpas yang membeck up oknum Karutan tersebut.
Hingga pemberitaan ini terbit, kru mencoba konfirmasi KPR Rutan Humbahas, Djian Fadillah. Seperti biasa, pihaknya berkilah bahwa rutan Humbahas bersih.
"Saya pastikan gada narkoba dan lodes bang. Saya kan baru di sini dan info yg abg berikan pasti saya akan cek," ujarnya. (Yud)