Floating Image
Floating Image
Senin, 24 Agustus 2026

Gawat!! Sabu Dipasok Ferdi Sembiring, Pegawai Lapas Pemuda Kelas lll Langkat Bertugas Sebagai Pengelola


Oleh admintajam
24 Agustus 2026
tentang Kriminal
Gawat!! Sabu Dipasok Ferdi Sembiring, Pegawai Lapas Pemuda Kelas lll Langkat Bertugas Sebagai Pengelola - TajamNews

-

51 views

 

Sumut, Tajamnews.co.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIl Langkat diduga menyediakan tempat (Loket) untuk melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Berdasarkan data yang diterima dari sumber yang sangat terpercaya, bahwa aksi kejahatan itu sudah mendapat restu dari pejabat Lapas, sehingga bebas beroperasi.

Dalam prakteknya, transaksi sabu tersebut dikendalikan oleh seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial M Rahul Ade Topik Hidayat.

Diduga, usai mendapat restu pejabat Lapas Pemuda Kelas IIl Langkat. Bahkan, untuk tarif dari aksi kejahatan ini pihak Lapas mengenakan angka fantastis.

Tidak tanggung-tanggung mereka mematok hingga Rp200 juta kepada para pemain agar mendapat dukungan untuk menjalankan aksinya dari balik Lapas.

Tidak hanya itu untuk tempat yang disediakan juga dipasang kurang lebih tarif sebesar Rp5 juta per hari. Aksi ini pun sudah terbilang cukup lama dan teroganisir.

Sumber dengan gamblang membeberkan beberapa nama bos narkoba di Lapas Pemuda Kelas lll Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

"Pusat transaksi sabunya berada seputaran Kamar 13 Blok C, bosnya si Taufik. Kalau di Kamar C 7 yang kendalikan SUH alias Nevet (bos engkol-red)," pungkasnya, Senin (24/8/2026) jam 13.00 WIB.

SABU DIPASOK DARI LUAR LAPAS

Kepada awak media, sumber juga mengatakan sabu yang diperdagangkan itu berasal dari Kota Binjai. Tak tanggung-tanggung nama pemasok pun terseret, ia adalah Ferdi Sembiring.

Lebih lanjut, narasumber mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum pegawai dalam memperlancar aktivitas ilegal tersebut. Peregu jaga 

"Selain dia, salah satu pegawai Lapas bernama Frans Oktoroy ikut berperan. Dan si Frans ini beringas sama uang Napi. Bahkan komandan jaga nerima Rp2 juta setiap kali piket," ujar sumber mengakui.

Awak media sebelumnya melakukan konfirmasi terhadap Morang, KPLP Lapas Pemuda Kelas lll Langkat. 

"Ternyata bisa lgsng naikkan berita gitu kode etiknya ya bang. Cara abg bekawanpun kyk gini bang," kata morang via pesan WhatsApp. (Yud)

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Kriminal