PEMATANGSIANTAR – Tajamnews.co.id Pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit swasta ternama di Kota Pematangsiantar, RS Vita Insani, tengah menjadi sorotan tajam. Seorang perawat laki-laki di rumah sakit tersebut diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan menyepelekan pasien dan memaksa mereka pulang pada waktu tengah malam, meski kondisi pasien belum sepenuhnya pulih.
Insiden ini dialami oleh seorang pasien yang menjalani perawatan di Lantai 3 Ruangan Anggrek, Kamar 354. Menurut keterangan anak kandung pasien, pihak keluarga merasa sangat kecewa dan tersinggung dengan arogansi oknum perawat laki-laki yang bertugas saat itu.
"Masih oyong-oyong (pusing/lemas) mamakku sudah disuruh perawat itu pulang. Padahal sudah malam kali itu," ujar anak pasien dengan nada kecewa kepada awak media.
Tidak hanya memaksa pulang di jam yang tidak wajar, oknum perawat tersebut juga melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan martabat keluarga pasien saat menanyakan akomodasi pemulangan.
"Sampai dibilangnya lagi, 'apa yang jemput kalian, mobil pribadi atau sewa?'. Pertanyaan itu sangat tidak sopan dan seolah menyepelekan kami sebagai keluarga pasien," tambahnya.
Keluarga pasien menyayangkan sikap tenaga kesehatan yang seharusnya memberikan rasa aman dan kenyamanan, justru memberikan tekanan psikologis di saat pasien masih dalam kondisi belum stabil. Kondisi fisik pasien yang masih terasa limbung atau "oyong" seharusnya menjadi pertimbangan medis utama sebelum mengizinkan pasien meninggalkan rumah sakit.
Atas kejadian ini, pihak keluarga tidak menuntut kompensasi materiil yang berlebihan. Mereka hanya meminta itikad baik dan profesionalisme dari pihak manajemen rumah sakit.
"Kami hanya meminta perawat tersebut untuk datang dan meminta maaf secara langsung kepada keluarga pasien atas sikap dan ucapannya yang tidak pantas itu," tegas perwakilan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Manajemen RS Vita Insani Pematangsiantar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan malpraktik etika yang dilakukan oleh oknum perawat di Ruang Anggrek tersebut. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjaga standar pelayanan kesehatan di Kota Pematangsiantar. (Tim)