Tajamnews.co.id|Simalungun - Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Batu Nanggar Polres Simalungun Polda Sumatera Utara menunjukkan reaksi cepat dalam menangani penemuan mayat seorang penumpang bus antar kota yang mengalami kejadian tiba-tiba meninggal dunia di Pintu Keluar Tol Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada Minggu, 02 Agustus 2026, sekira pukul 19.10 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanganan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat, khususnya dalam merespons cepat laporan kejadian di lapangan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat melalui Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat," ujar AKP Verry Purba.
Sementara itu, Kapolsek Dolok Batu Nanggar, IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekira pukul 13.45 WIB. Korban bernama Aditya Angga Cassano Sihombing ditemukan tidak bernyawa di samping pos security Pintu Tol Sinaksak.
"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang penumpang bus Poda Nauli bernama Aditya Angga Cassano Sihombing tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di pintu keluar Tol Sinaksak saat hendak berpindah bus, karena bus yang ditumpanginya dari Medan menuju Sibolga mengalami kerusakan mesin," ucap IPTU Rido V. Pakpahan.
Ia mengungkapkan, atas informasi tersebut dirinya langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA L. Radot Siagian, S.H., bersama personel Pos Pol Sinaksak dan personel piket untuk mendatangi lokasi kejadian.
"Sesampainya di TKP, benar ditemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi terlentang, menggunakan hoodie warna putih dan celana training warna abu list putih hitam," ungkap IPTU Rido V. Pakpahan.
Berdasarkan keterangan sopir bus Poda Nauli, tiket korban dipesankan keluarganya dari Sibolga, dan meski petugas loket sempat menolak keberangkatan korban karena kondisi kesehatannya yang melemah, korban tetap memaksa untuk berangkat. Saksi lain menyebutkan, korban tiba-tiba terjatuh saat berjalan berpindah ke bus pengganti, sebelum akhirnya dievakuasi ke pos security dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis Tol Sinaksak.
"Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya," kata IPTU Rido V. Pakpahan.
Dari olah TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, di antaranya tas sandang merk Asus berisi eksemplar seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban, obat-obatan, charger, parfum, sepasang sandal, serta dua unit ponsel merk Oppo dan iPhone. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans milik PT HK menuju RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
"Saat ini kami masih menunggu Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan pengangkatan sidik jari korban guna kepentingan identifikasi," tambah IPTU Rido V. Pakpahan.
Dalam penanganan kasus ini, Polsek Dolok Batu Nanggar telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari olah TKP, pengamanan barang bukti, pendataan saksi, hingga pelaporan kepada pimpinan. Adapun motif kejadian masih dalam penyelidikan, meski hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kematian wajar akibat sakit.
Lebih lanjut, Kapolsek Dolok Batu Nanggar juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah tiba di lokasi untuk mengurus proses pemulasaraan jenazah.
"Perwakilan keluarga sudah tiba untuk pengurusan jenazahnya. Keluarga pada intinya menerima bahwa almarhum memang meninggal disebabkan sakit parah. Proses penanganan jenazah sedang dikerjakan oleh pihak RSUD dan setelah selesai langsung diberangkatkan menuju Sibolga," pungkas IPTU Rido V. Pakpahan. (Imand|Tjm)