Floating Image
Floating Image
Jumat, 24 April 2026

Mahasiswa Pendidikan Sejarah FIS Unimed Gelar Pameran Poster Ilmiah, Angkat Beragam Isu Sosial dan Budaya


Oleh admintajam
24 April 2026
tentang Berita
Mahasiswa Pendidikan Sejarah FIS Unimed Gelar Pameran Poster Ilmiah, Angkat Beragam Isu Sosial dan Budaya - TajamNews

-

36 views



Medan, — tajamnews.co.id Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (FIS Unimed) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang aktif, kritis, dan kontekstual melalui penyelenggaraan Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa dalam bentuk poster ilmiah. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2026 pukul 09.00 WIB di Fakultas Ilmu Sosial, yang merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Studi Masyarakat Indonesia.

Pameran ini melibatkan tiga kelas dengan total 21 karya poster ilmiah yang disusun oleh mahasiswa berdasarkan hasil analisis terhadap beragam persoalan sosial dan budaya di Sumatera Utara. Tema yang diangkat dalam karya-karya tersebut mencerminkan keluasan pandangan mahasiswa dalam membaca realitas sosial, mulai dari perubahan budaya, dinamika kehidupan masyarakat, transformasi sosial, hingga berbagai problem kontemporer yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan pameran ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil tugas perkuliahan, tetapi juga merupakan bentuk nyata pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengolah gagasan ilmiah secara lebih komunikatif, visual, dan terbuka kepada publik akademik. Melalui format poster, mahasiswa dilatih untuk menyederhanakan pemikiran yang kompleks menjadi sajian yang padat, menarik, namun tetap berbasis analisis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya akademik di lingkungan Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Unimed. 

Selama ini, hasil kerja mahasiswa sering kali berhenti pada tugas tertulis yang hanya dibaca oleh dosen dan mahasiswa di kelas. 

Melalui pameran poster ilmiah, hasil pemikiran tersebut memperoleh ruang yang lebih luas untuk diapresiasi, didiskusikan, dan dilihat sebagai bagian dari kontribusi intelektual mahasiswa terhadap pemahaman masalah-masalah sosial di Indonesia.

Dari sisi pembelajaran, pameran ini memiliki nilai strategis karena melatih mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kondisi masyarakat yang riil. Kegiatan semacam ini mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, lebih berani menyampaikan argumentasi, serta lebih terampil dalam mengomunikasikan gagasan secara akademik kepada khalayak. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan konsep, melainkan berkembang menjadi latihan berpikir kritis yang relevan dengan kehidupan sosial.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Hidayat, M.Si dan Sry Lestari Samosir, S.Pd., M.Sos, menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan produktif. 

Selain menjadi sarana evaluasi hasil belajar, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun rasa percaya diri mahasiswa dalam mempresentasikan hasil analisisnya secara ilmiah di ruang publik kampus.

Sry Lestari Samosir, S.Pd., M.Sos menjelaskan bahwa kegiatan ini mempunyai makna yang lebih luas daripada sekadar presentasi tugas kuliah. 

Menurutnya, pameran poster ilmiah merupakan media pembelajaran yang mampu mempertemukan antara kemampuan akademik, kreativitas visual, dan kepekaan sosial mahasiswa. 

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya selesai pada tahap menulis tugas, tetapi juga belajar menyampaikan ide secara komunikatif, menarik, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, mereka berlatih menjadikan analisis sosial sebagai karya ilmiah yang dapat dibaca, dipahami, dan didiskusikan oleh publik akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pameran di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Unimed sangat penting dalam upaya menumbuhkan tradisi ilmiah yang lebih kuat di kalangan mahasiswa. Kampus, menurutnya, perlu terus menghadirkan ruang-ruang akademik yang memungkinkan mahasiswa tampil, berdialog, dan menunjukkan bahwa proses belajar di perguruan tinggi harus menghasilkan karya yang memiliki nilai intelektual sekaligus relevansi sosial. 

“Mahasiswa perlu dibiasakan untuk melihat bahwa ilmu yang mereka pelajari tidak berdiri jauh dari masyarakat. Justru ilmu itu harus dipakai untuk membaca realitas, memahami perubahan, dan menawarkan cara pandang yang lebih kritis terhadap persoalan sosial,” tambahnya.

Pameran ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran di perguruan tinggi dapat dikembangkan melalui pendekatan yang lebih kreatif tanpa kehilangan kedalaman akademiknya. Poster ilmiah dalam konteks ini bukan hanya media visual, tetapi juga menjadi jembatan antara pengetahuan, refleksi sosial, dan keterampilan komunikasi ilmiah mahasiswa. Setiap poster yang dipamerkan mencerminkan proses belajar yang tidak sekadar menuntut pemahaman materi, tetapi juga kemampuan analisis, sintesis, dan penyajian gagasan secara efektif.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan forum akademik serupa di masa mendatang, baik di tingkat program studi maupun fakultas. 

Pameran karya ilmiah mahasiswa semacam ini memiliki potensi besar untuk dijadikan agenda akademik rutin, karena tidak hanya mendorong kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat identitas kampus sebagai ruang tumbuhnya nalar kritis, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Unimed kembali menegaskan perannya sebagai lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara utuh. 

Pameran poster ilmiah bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses pendidikan yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek intelektual yang belajar membaca masyarakat, menyusun gagasan, dan menyuarakan hasil pemikirannya secara bertanggung jawab.

 Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, sehingga tradisi ilmiah di kampus tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang publik akademik yang lebih luas.

Penulis

admintajam

Berita Lainnya dari Berita